terkini

Iklan

Tito Karnavian Dukung Sabam Sirait jadi Pahlawan Nasional

Selasa, 22 Maret 2022, Maret 22, 2022 WIB Last Updated 2022-03-23T01:56:43Z



CahayaNkri.Com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendukung penuh pengusulan almarhum Sabam Sirait untuk menjadi Pahlawan Nasional.


Sabam Sirait dinilai layak mendapat kehormatan sebagai Pahlawan Nasional karena konsisten menjaga kualitas demokrasi Indonesia.


Hal tersebut diungkapkan Tito Karnavian dalam Seminar Nasional "Keteladanan dan Kepeloporan Sabam Sirait" yang digelar di audirorium Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/3/2022).


"Jika ada usulan bapak Sabam Sirait jadi seorang pahlawan nasional itu saya yakin dan sepakat," ujar Tito Karnavian dalam keterangan persnya, Selasa (22/3/2022).


Sepanjang hidupnya, kata Tito, Sabam Sirait banyak berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya terkait kemajuan demokrasi di Indonesia.


Dengan kesederhanaan dan kerendahan hati, ia mendedikasikan dirinya serta memberikan warna yang inklusif dalam dinamika politik Indonesia.


Mendagri mengatakan, Sabam Sirait konsisten dalam prinsip menjaga demokrasi, pluralisme dan bhinneka tunggal diatas keberagaman tanpa melihat suku, agama ras diatas kemanusiaan.


Tito mengaku secara pribadi mengenal Sabam Sirait. Selain karena tokoh Sabam juga mitra bagi Tito.


"Selama saya menjabat Mendagri, pak Sabam di DPD, saya ingat tahun 2020 saat jelang penyelenggaraan Pilkada 270 Pilkada, kami diundang oleh DPD. Beliau kritis menyampaikan pesan kepada saya bahwa Mendagri harus netral dan jaga demokrasi. Itu perintah beliau," ungkap Tito.


Bahkan dengan putra bungsunya Maruarar Sirait sudah seperti kakak adik.


"Kami sering datang ketemu pak Sabam, di acara Natalan dan lainnya dan selalu memberikan nasehat kepada saya yang jauh lebih muda. Pak Sabam adalah sosok sosok yang luar biasa tanpa bermaksud melebihkan. Beliau manusia langka. Dimana kelanggkaaanya, beliau wafat di usia 85 tahun, dalam 85 tahun kehidupan Sabam, 64 tahun mengabdikan diri untuk politik. itu tidak gampang," jelas Tito.


Selama 64 berkiprah dalam dunia politik, tambang Tito, mungkin ada yang lain tapi tidak banyak.


Sabam adalah seorang politisi yang eksis bukan hanya sekedar pemain sampingan tapi eksis di 7 masa Presiden Indonesia mulai dari Bung Karno sampai Jokowi.


Karena pengabdian Sabam yang di luar biasa, yang belum tentu banyak orang mengikutinya.


Sabam juga menjabat dalam berbagi gerakan politik, sekjen GMKI, Sekjen PDI, dan anggota parlemen di Senayan yang paling terlama yakni 42 tahun.


"Tidak banyak yang bisa mencapai prestasi itu. Kalau 42 tahun bukan hanya taman dan parkir depan yang tahu, warung-warung di belakang gedung depan dia tahu. Kalau ada demo di depan gedung DPR, beliau tahu cara masuk ke Senayan lewat pintu tikus," ucap Mendari Tito.


Selanjutnya, Sabam pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah.


Sabam bagi Tito adalah sosok yang konsisiten dengan demokrasi.


Pada pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), sambung Tito, Sabam setuju tapi dilaksanakan tapi dengan cara-cara yang demokratis dan sesuai aturan hukum.


Sabam bahkan mendapat tantangan dari pihak-pihak lain yang menghendaki pembubaran secara paksa.


Sabam juga mendukung dan menandangani usulan pada saat anggota DPR Gotong Rotong saat Presiden Soeharto mendukung hingga Pemilu 1971.


Namun Sabam konsisten konsisten melakukan kritik kepada pemerintahan Orba sehingga sampai 2 kali ditangkap diperiksa oleh polisi.


Lebih dari itu, jelas Tito, Sabam juga konsisten dengan apa yang diyakininya benar.


Misalnya, UU Antimonopoli dia salah satu pemrakarsanya.


"Pada masa Orba ekonomi dikuasi oligarki. Dia kritis untuk lahirnya UU Antimonopoli supaya pondasi ekonomi kita kuat. Kalau dikuasai oligarki kondisi ekonomi rapuh dan alhasil tahun 1998 salah satu yang membuat jatuhnya Orba karena konsisi ekonomi yang rapuh," jelasnya.


Sabam juga adalah sosok yang plural meskipun berasal dari gerakan-gerakan mahasiswa pemuda, kristen, tapi ketika terjadi gejolak Palestina vs Israel, Sabam berada paling terdepan yang sangat konsisten membela Palestina bersama Partai Keadilan Sejahtera.


"Jadi kalau sudah punya prinsip, demokrasi, plurarimse, kemanusiaan melintasi segala batas sosial baik suku, ras termasuk keagamaan yang logikanya aktivis Nasrani yang lebih membela Israel," tambah Mendagri.


Sari konsistensi itu, pengusung demokrasi kita lihat saat PDI terpecah, satunya didukung Orba dan satu lagi oposisi yang diketuai Megawati.


"Itu semua bukan tanpa risiko. Risikonya penjara atau nyawa. Dia lakukan itu untuk posisi karena perlu adanya demokrasi utnuk mengubah sistem, yang saat dianggap semi otoriter saat itu," ucapnya.


Bagi Tito, Sabam adalah sosok yang langka dan patut diteladani dan dijadikan role model.


Oleh karena itulah, bukan karena dengan dekat dengan keluarga, Sabam dinilai memiliki kelebihan dibanding orang yang dia kenal.



"Sehingga, jika ada usulan pak Sabam Sirait jadi seorang pahlawan nasional, saya yakin dan sepakat," tandasnya.


Seperti diketahui, dalam seminar "Keteladanan dan Kepeloporan Sabam Sirait" turut dihadiri sejumlah pembicara lainnya, yakni Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Dhaniswara K. Harjono (Rektor Universitas Kristen Indonesia), Pdt. Andreas Yewangoe (Dewan Pengarah BPIP), Teddy Sugianto (Ketua Umum Perhimpunan INTI).


Ada juga Adian Napitupulu (Alumni UKI, Politisi PDI Perjuangan), Bursah Zarnubi (Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan), Willem Wandik (Ketua Umum DPP GAMKI), dan Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara).




Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tito Karnavian Dukung Sabam Sirait jadi Pahlawan Nasional

Terkini

Topik Populer

Iklan