Cahayankri.Com - Kementerian Kesehatan menambahkan fitur baru di aplikasi PeduliLindungi. Lewat fitur 'Sijejak', pengguna bisa melacak kontak erat COVID-19 melalui pertukaran sinyal Bluetooth.
Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, Setiaji, menjelaskan bahwa fitur ini membantu seseorang melacak riwayat kontak erat dengan pasien positif. Fitur ini memanfaatkan pertikaran sinyal Bluetooth dari jarak kurang dari 2 meter.
"Sehingga mereka dapat segera melakukan tes dan karantina mandiri," kata Setiaji, dalam siaran pers, dikutip pada Minggu (13/4/2022).
Pengguna fitur yang positif COVID-19 akan dimintai persetujuan untuk mengunggah data pertukaran Bluetooth. Kontak erat pengguna tersebut akan mendapat pemberitahuan dan himbauan untuk melakukan tes dan karantina melalui WhatsApp.
Setiaji memastikan, privasi dan keamanan data pengguna akan tetap terlindungi.
"Selain pertukaran data terjadi secara anonim, semua data juga terenkripsi dan tidak ada informasi terkait identitas pribadi yang disimpan oleh sistem maupun disebar antar pengguna," tegas Setiaji.
Setiaji menjelaskan, fitur Sijejak tersedia di aplikasi PeduliLindungi versi 4.1.16 untuk pengguna Android 6.0 (Marshmallow) ke atas dan pengguna iOS.
Berikut cara menggunakannya:
Unduh aplikasi PeduliLindungi versi terbaru
Buat akun baru atau log in bila telah memiliki akun PeduliLindungi
Buka menu Profil di kiri atas layar dan pilih fitur "Sijejak - Lacak Kontak Erat"
Aktifkan Sijejak dengan mengetuk tombol pada atas layar
Nyalakan bluetooth dan berikan akses ke perangkat sekitar agar fitur dapat berjalan dengan baik.