| Densus 88 |
Cahayankri.com - Hukum menjadi panglima tertinggi di Negara Indonesia ini, tentu hukum telah mengikat setiap warga Negara seperti kasus Radikalisme dan Terorisme, Pemerintah dan juga seluruh Masyarakat Indonesia tentu bersepakat bahwa tidak ada tempat bagi paham paham Radikal dan Terorisme di Negara ini.
Sesuai dengan UU Nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme, maka Densus 88 Antiteror Polri menangkap salah satu tersangka teroris yang merupakan dosen di Bengkulu berinisial RH. RH merupakan seorang kader Partai Ummat.
"Kita prihatin dengan kondisi kader kita," ujar Sekretaris Umum DPW Partai Ummat Provinsi Bengkulu Noca Alamsyah saat dihubungi, Minggu (13/2/2022).
Noca mengatakan Partai Ummat DPW Provinsi Bengkulu belum menonaktifkan RH sebagai kader. Pasalnya, pihaknya masih menunggu kepastian hukum dan kajian dari DPP Partai Ummat.
"Dosen RH Tersangka Teroris di Bengkulu Kader Partai Ummat"
"Tapi kita tidak serta mereta menonaktifkan RH. Karena selain masih menunggu status hukumnya, dan masih menunggu kajian dari DPP partai," tuturnya.
Noca mengungkapkan Partai Ummat juga siap menyiapkan bantuan hukum terhadap RH. Dia turut menyampaikan sosok RH, di mana RH tidak pernah menunjukkan gelagat sebagai teroris, termasuk dalam ceramah-ceramahnya.
"Dosen RH Tersangka Teroris di Bengkulu Kader Partai Umma
RH sendiri merupakan anggota Majelis Pertimbangan Partai di DPW Partai Ummat. Menurut Noca, semua hal yang dilakukan RH terlihat wajar dan biasa.
"RH merupakan Majelis Pertimbangan Partai. Intinya kami belum menentukan sikap, yang jelas karena RH adalah kader partai kami akan siap membantu RH," imbuh Noca.
Sebelumnya, salah satu tersangka teroris di Bengkulu berinisial R, yang ditangkap Densus 88 Antiteror, adalah seorang dosen. Tetangga R mengungkapkan sosok dosen tersangka teroris dimaksud.
"Dosen RH Tersangka Teroris di Bengkulu Kader Partai Ummat"
"Saya kaget beliau dibawa Densus. Saya tidak tahu, namun sore pukul 17.00 WIB memang ada mobil barracuda parkir di dekat rumah WS," kata Taufik, Kamis (10/2).