terkini

Iklan

Babi China Disebut Sebagai Penyebab Harga Kedelai Naik, Baca Lengkapnya

Minggu, 20 Februari 2022, Februari 20, 2022 WIB Last Updated 2022-02-21T01:21:53Z

Ilustrasi 


Cahayankri.com - Perajin tahu tempe berencana menggelar aksi mogok produksi. Hal itu dipicu oleh harga kedelai yang melambung tinggi.

Pemerintah menyebut, babi di China sebagai salah satu penyebab tingginya harga kedelai ini. Begini kronologinya.


Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menjelaskan, pada tahun lalu pihak memperkirakan produksi kedelai di Argentina dan Brasil akan meningkat. Namun, proyeksi tersebut meleset karena produksinya menurun.


Di sisi lain, China sekitar dua tahun lalu diterpa flu babi. Hal itu membuat negara tirai bambu harus mereformasi peternakan babinya.


"Nah begitu reformasi peternakan babi dibikin, SOP yang bagus maka butuh kedelai banyak untuk pakan babi. Sehingga, China ini memborong kedelainya," katanya kepada detikcom, Minggu (20/2/2022).


Produksi kedelai Argentina dan Brasil yang turun membuat China beralih memasok dari Amerika Serikat (AS). Sementara, kebutuhan kedelai perajin tahu tempe biasanya dipasok dari AS.



"China beralih ke Amerika diborong. Kedelai kita itu untuk tahu tempe biasanya dari Amerika. Karena diborong harga melonjak, ditambah pandemi," ujarnya.


Dia menuturkan, pandemi telah mengerek biaya logistik yang berkontribusi juga pada kenaikan harga kedelai.


"Pandemi itu biaya logistik naik empat kalilipat. Sehingga harga kedelai naik, dan jatuhnya kedelai di kita naik," terangnya.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Babi China Disebut Sebagai Penyebab Harga Kedelai Naik, Baca Lengkapnya

Terkini

Topik Populer

Iklan